Luminaire: BTR Cuma Tim Peniru dan Strateginya Sudah Terbaca

11 April 2020
post image

Juara Dunia M1, EVOS Legends membuktikan kelasnya dengan menghempas Bigetron Alpha di Upper Bracket MPL S5 dengan skor 2-1. Drafting yang mereka terapkan efektif membungkam meta Hyper Carry yang jadi strategi andalan BTR.

Terutama, ketika mengamankan Natalia sebagai counter dari marksman dan support yang terlalu banyak di kubu BTR kala game pertama. Kedua, pemilihan Chou carry yang efektif melihat celah untuk melakukan split push.

Dihubungi via video call oleh Esports.ID, Luminaire mengatakan Bigetron sebenarnya tidak membuat meta atau strategi baru. Mereka hanya meniru strategi yang sudah ada. Oleh karenanya, permainan DreamS dan kawan-kawan sudah terbaca oleh EVOS.

"Kalau di tim kita menganggap Bigetron itu tim peniru. Dia tuh ngga bisa menciptakan cuma bisa ambil ilmu dari lawan, lihat game dan ngikutin." Tutur pemain bernama asli Ihsan ini. Dalam pertarungan ini diakhiri momen jenius dari Rekt yang mencuri kesempatan untuk split push. Menggunakan Chou yang mengantongi item damage seperti Blade of Despair, ia melihat anggota BTR meninggalkan markas yang gundul tanpa turret untuk melakukan kontes di Lord.

BTR tak mampu recall cukup cepat untuk menghentikan Rekt dan akhirnya EVOS memenangkan pertandingan. Menurut Luminaire, strategi mereka sejatinya bukan berniat untuk split push. Hanya saja, Rekt takut kalah pada game tersebut sehingga ia cepat-cepat mengakhiri pertandingan.

Wah permainan EVOS memang benar-benar berkelas sobat Esports. Dengan ini, laga akan terjadi lagi nanti malam pukul 19.00 (11/4). Jangan lewatkan duel sengit RRQ Hoshi dan EVOS Legends ya sobat Esports!

 

artikel ini dilansir dari: esports.id