MPL Indonesia: Cuplikan Meta Indonesia Dalam Pertandingan Alter Ego vs. Genflix Aerowolf

25 Maret 2020
post image

Meskipun kalah, Game ke-1 Alter Ego menunjukkan cuplikan meta yang bermanfaat

 

Ditengah Perintah Kontrol Gerakan  Malaysia, mungkin bukanlah situasi yang terbaik, tetapi hal ini memberikan lebih banyak waktu kepada analis untuk fokus pada MPL Indonesia Season 5. Pada minggu ini, kami akan membahas mengenai pertandingan Alter Ego (AE) melawan Genflix Aerowolf (GA), terutama di Game ke-1.

Di patch terbaru 1.4.6, dilakukannya nerf dan penyesuaian yang sangat dibutuhkan, tepat sebelum digelar nya MPL-ID minggu ke-7. Jika kamu belum membacanya, perubahan yang paling penting terletak pada Twilight Armor & Flameshot, serta perbaikan visual pada Hero tertentu. Beberapa Hero seperti, Freya dan Hanzo telah di revamped, sementara sebagian besar Hero Mage diberikan sedikit limiter. Hero hyper-carry seperti Bruno dan Granger pun telah di nerf.

Dari bans di atas dapat dilihat, bebrapa hyper-carry menjadi sasaran kecuali Bruno dan Granger. Tampaknya, dikarenakan nerfs yang dilakukan baru-baru ini, kedua tim menganggap dua Hero tersebut menjadi kurang bisa diandalkan. Draft-nya pun menjadi sedikit aneh pada saat pick ke-3 Aerowolf (Merah 3). Setelah melihat kombinasi inti dari gaya drafting Alter Ego, GA segara menyadari bahwa mereka memerlukan Hero crowd-control yang kuat pada line-up mereka.

Saat mereka memilih Akai, AE merespons dengan meng-ban Cecillion, karena GA kekurangan magic damage. Disebabkan banyaknya Hero disengage pada sisi GA, Cecillion akan mampu bertahan pada skenario terburuk sekalipun. Harith juga merupakan salah satu pilihan, tetapi ia terlalu bergantung pada dash-nya, terlebih lagi Esmeralda memiliki kemampuan ‘mencuri’ shield akan membuat Harith menjadi lebih lemah. Di sisi lain, skill Lunox kebanyakan menjadi single-target setelah efek dari Power of Chaos: Darkening nya habis.

Namun, untuk pilihan terakhir Genflix, biasanya saya kurang setuju dengan Irithel. Akan tetapi, sudah tidak ada opsi Marksman lain yang dapat menyempurnakan tim mereka. Kemampuan Irithel yang dapat memperlambat musuh sangat cocok dengan komposisi tim disengage-hyper-carry Genflix Aerowolf vs. Komposisi tim hard-engage Alter Ego.

Di awal pertandingan, kedua tim memilih pembukaan 5 item roam dengan harapan mereka dapat naik level lebih cepat. Mencapai Level 2 pada 1 menit pertama akan memberikan keuntungan yang sangat besar. Dalam game ini, AE berusaha mencuri buff biru Genflix saat mendekati menit pertama dan hal itu merupakan langkah yang baik. Mereka mendapatkan first blood, tetapi gagal dalam mencuri buff.

Pertandingan sengit sampai Celiboy Alter Ego disergap oleh tiga anggota Genflix di dekat sungai top lane pada menit ke-3. Namun, Esmeralda-nya terlalu kuat dan Genflix tidak bisa mengalahkannya. Hal ini mengakibatkan pertempuran kecil di tengah sungai dengan kemenangan AE yang sedikit lebih unggul.

Dari sini, AE telah mengambil alih map meskipun banyak upaya yang dilakukan oleh Fredo Akai untuk menangkap mereka. Upaya ganks nya gagal dikarenakan Battle Spell Purify yang digunakan Esmeralda Celiboy dan Roger Maungzy memungkinkan mereka untuk lolos dari situasi berbahaya ini.

Game ini adalah refleksi yang tepat untuk melihat pergeseran meta yang terjadi. Patch baru ini memberikan pukulan besar pada meta sebelumnya yaitu Battle Spell(Flameshot) dan Hero (Granger dan Bruno).  Saya ingin memberikan lebih banyak waktu untuk membiarkan meta tersebut berkembang, tetapi saya juga sangat menyukai upaya para tim dalam memperluas pilihan hero Marksman hyper-carry dan mengembangkan komposisi tim mereka.

Saya yakin bahwa sekarang posisi meta 3 Flameshots menjadi goyah. Kini, lebih banyak tim yang berusaha berinovasi untuk memungkinkan meta hyper-carry di situasi seperti ini dikarenakan tidak ada perubahan banyak pada buff.