Melihat Peran Penting dan Rencana Tim-Tim MPL Soal Coach untuk MPL ID S5

23 Desember 2019
post image

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa Bjorn Ong menjadi faktor penentu atas kemenangan EVOS Esports di MPL ID S4 (27 Oktober 2019) dan M1 World Championship 2019 (17 November 2019). Namun demikian, meski coach yang satu ini juga berhasil menghantarkan EVOS SG jadi juara MPL MY/SG Season 4, performa tim tersebut di M1 terbilang mengecewakan karena tidak lolos babak grup.

Bjorn Ong sendiri juga menjadi pelatih untuk timnas Singapura untuk MLBB di SEA Games 2019. Namun timnas Singapura juga tidak berhasil meraih medali apapun di sana. Jadi, bagaimana sebenarnya peran coach di MLBB, khususnya di MPL? Bagaimana dengan tim-tim lain di MPL ID? Apakah mereka akan memiliki coach di Season 5?

Wibi “8Ken” Irbawanto, salah satu shoutcaster untuk MPL ID S4, mengatakan, “pelatih menjadi sosok yang kian penting semakin tinggi tingkat kompetitif suatu liga. Pelatih merupakan orang keenam dalam suatu tim yang membantu para pemain mendapatkan pandangan yang berbeda dengan perspektif yang lebih luas. Layaknya peribahasa gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak, kadang pemain sulit mengidentifikasi isu-isu yang terjadi dengan dirinya dan tim mereka. Karena itu, pelatih hadir untuk membantu mengidentifikasi masalah tersebut dan menemukan solusi yang relevan untuk memperbaiki performa tim. Ada atau tidak adanya pelatih dapat menentukan beratnya beban para pemain dalam berlatih setiap harinya. Dengan adanya pelatih, pemain bisa lebih banyak meluangkan waktu dalam memperbaiki permainan mereka karena pelatih sudah memangkas beban melakukan identifikasi masalah dan pencarian solusi.”

Di sisi lain, Ade Setiawan, Data Analyst MLBB untuk EVOS Esports, juga menyampaikan pendapatnya. “Peran pelatih, menurut saya, pastinya mengarahkan tim agar bisa jadi lebih baik dari segi individu maupun secara tim sehingga bisa membawa mereka menjadi pemenang. Seorang pelatih juga harus bisa memahami situasi dalam tim dan mencari solusi jika terjadi sebuah perbedaan pendapat dalam tim. Jadi, diperlukan sebuah ide yang cemerlang atau pemikiran out-of-the-box agar bisa menjadi pelatih yg hebat. Dan, yang paling penting menurut saya, pelatih yang hebat adalah mereka yang bisa berteman dekat dengan timnya. Karena dari kedekatan individu. kita mampu memelajari serta memahami sesuatu hal lebih cepat dari biasanya. Jadi bukan hanya sekedar partner kerja saja atau pembuat strategi semata.” Ujar Ade.

Ade pun memberikan komentarnya terhadap sang coach EVOS. “Menurut saya, sosok Bjorn Ong adalah pelatih yang sangat amat berambisi dan mempunyai pemikiran yang luar biasa. Mungkin karena dia nokturnal kali ya. Selain itu, dia juga bisa bekerja secara profesional, bisa menjadi teman untuk tim, dan bisa mengatasi beberapa permasalahan yang bisa dibilang privacy bagi para pemain. Ya walaupun agak kepo-an banget orangnya dan aneh tapi patut diacungi jempol HAHAHA.”

Kembali ke Wibi. Menurutnya, Bjorn adalah pelatih yang menarik. Wibi beranggapan Bjorn cocok dengan kultur EVOS Esports sehingga memudahkan para pemainnya lebih mudah beradaptasi dan menyesuaikan dengan arahan-arahan sang pelatih. Namun demikian, seorang pelatih tidak bisa serta merta membuat timnya jadi juara. Wibi pun memberikan contoh bahwa di olahraga tradisional, ada juga pelatih-pelatih hebat yang tidak mampu membawa timnya juara seperti Greg Popovich di Antonio Spurs tahun 2019 ataupun Jose Mourinho di MU di awal tahun yang sama.

Demikian juga dengan RRQ di MPL ID S4 dan M1. Menurut Wibi, RRQ butuh waktu untuk meningkatkan chemistry antara pelatih dan para pemainnya. “EVOS hanya lebih beruntung menemukan pelatih yang bisa dengan mudah mengintegrasikan diri ke dalam tim.”

Meski berisikan para pemain bintang dan juga menggunakan coach yang punya pengalaman, tim yang pernah jadi juara MPL ID S2 ini harus rela berada di posisi runner-up di MPL ID S4 dan M1. Andrian Pauline, CEO dari RRQ, mengaku masih akan menggunakan coach untuk tim MLBB mereka di MPL ID S5 meski, saat artikel ini ditulis, ia mengaku belum menemukan sosok pelatih baru untuk timnya.

Lalu bagaimana dengan tim lainnya? COO dari Alter Ego (AE), Indra Hadiyanto, sempat bercerita bahwa Alter Ego sendiri sebenarnya juga memiliki coach untuk MPL ID S4. Namun, berhubung ada masalah keluarga dan MPL tidak mengizinkan pergantian coach, tim AE tidak punya pelatih yang menemani para pemainnya sampai akhir musim. Untuk Season 5 nanti, Indra juga mengatakan akan menunjuk pelatih untuk tim MLBB mereka meski ia belum bisa mengatakan siapa orangnya. “Untuk MPL ID S5, kami akan ada coach. Cuma untuk nama, mungkin masih dirahasiakan. Kita belajar dari S4, karena coach boleh melakukan briefing sebelum pertandingan dimulai, hal tersebut berefek besar dalam segi draft dan taktik.” Ujarnya.

Alter Ego sendiri memang memberikan kejutan yang positif karena berhasil berakhir di peringkat 3, baik itu di babak Regular Season ataupun Playoffs. Apakah dengan coach barunya, Alter Ego bisa menjadi juara di Season 5 nanti?

Selain RRQ dan Alter Ego, Genflix Aerowolf juga memberikan komentarnya. Ershad Riansyah, Head of Pro Team dari Aerowolf ini mengatakan bahwa timnya juga baru mendapatkan coach di pekan ketujuh babak Regular Season MPL ID S4. Pelatihnya yang bernama Alfian Gusti Syahrial aka ZoZo juga masih akan digunakan untuk MPL ID S5 nanti.

Kebalikan dari Alter Ego, tim baru yang menusuk ke peringkat atas, Aerowolf merupakan tim lama yang justru tersungkur performanya di musim keempat. Padahal, tim ini bisa dibilang papan atas dan ditakuti lawan-lawannya di musim-musim sebelumnya. Apakah coach tadi dapat membawa tren yang lebih positif ke Aerowolf di musim kelima nanti?

Pertarungan antar tim-tim MPL ID sebenarnya memang tak hanya soal para pemainnya. Namun juga soal profesionalisme manajemen dan adu strategi para pelatihnya. Seberapa besar peran pelatih tim-tim MPL ID untuk S5 nantinya?