KB Hati-hati dengan KarlTzy dari Filipina di MSC 2020 dan M2

10 Desember 2019
post image

SEA Games 2019 yang berlangsung di Manila, Filipina menyuguhkan cabang esports untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ada 6 game yang diselenggarakan di kompetisi perebutan medali esports di SEA Games, salah satunya adalah Mobile Legends: Bang Bang.

Jadwal cabang esports sendiri berlangsung dari 5-10 Desember 2019 dan diselenggarakan di Flioil Flying V Centre, San Juan Metro. Pertandingan ini juga tampil sangat menarik berkat sistem tim yang mewakili masing-masing negara .

Indonesia sendiri memiliki peluang emas di cabang Mobile Legends dengan susunan roster yang sangat potensial, seperti Yurino “Donkey” Putra, Eko “Oura” Julianto, Muhammad “Wann” Ridwan, Gustian “Rekt”, Adrian “Drian” Larsen, dan Teguh “Psychoo” Imam Firdaus.

Sebut saja kombinasi pemain EVOS Esports, sang juara M1 World dan ONIC Esports, sang juara MSC 2019. Hasil manis pun berhasil ditoreh tim Indonesia setelah menjuarai grup B dengan perolehan poin tertinggi. Berikut hasil klasemen di babak grup SEA Games Mobile Legends 2019:

Grup A

Poin

Grup B

Poin

Malaysia

8

Indonesia

7

Vietnam

6

Filipina

5

Singapura

6

Thailand

4

Myanmar

5

Laos

0

Kamboja

0

-

-

Dengan torehan poin yang ada, Indonesia pun berhadapan dengan Malaysia di babak upper bracket. Serta, Filipina akan menjamu Vietnam yang menang di pertandingan tie-breaker melawan Singapura.

Pada pertandingan pertama melawan Malaysia, kontingen Indonesia sukses mengambil beberapa hero andalan dari masing-masing pemain, seperti Grock milik Yurino Putra dan permainan Esmeralda dari Ridwan. Gustian pun menggunakan Ling dengan kemampuan rotasinya yang cepat. Hasil ini membuat Gustian memimpin perolehan gold mengalahkan Nurolla yang menggunakan Claude. Tekanan terus diberikan oleh Indonesia hingga menghasilkan wipe-out terhadap Malaysia di menit ke-8.

Tim Indonesia mampu membawa perbedaan gold sebanyak 10k setelah menekan ruang gerak dari tim Malaysia. Agresi Lord dan kemenangan war di base tim Malaysia pada menit ke-11 sukses menutup pertandingan dan membawa kemenangan pertama, 1-0 untuk Indonesia.

Meskipun Filipina menjadi salah satu lawan yang sangat diperhitungkan berkat gaya permainan agresif dan dukungan tuan rumah, Malaysia tidak patut dipandang sebelah mata. Dari segi draft pick, kontingen Malaysia menggunakan Selena support dari Abdul Kadir dan Baxia untuk menunjang segi rotasi.

Jalannya pertandingan dari awal hingga pertengahan masih cukup berimbang, baik dari segi perolehan skor maupun gold. Namun perlahan-lahan, Indonesia memimpin gold berkat efektivitas farming dari rotasi cepat Julianto dengan Marsha dan Gustian dengan Helcurt.

Tepatnya pada menit ke-10, dominasi pertandingan sukses ditunjukkan Indonesia berkat back-up indah yang terus dilakukan oleh Firdaus dan Putra. Berkali-kali para carry tim Indonesia diserang, namun Hurricane Dance dari Akai mampu menyelamatkan dan membuat ketimpangan gold terus merugikan pihak Malaysia.

Puncaknya, Indonesia kembali mengemas kemenangan dengan agresi Lord dan strategi three-lane push dari Julianto dan Gustian. Para pemain Malaysia tidak mampu membendung serangan Indonesia dari segala sisi dan terpaksa merelakan tiket ke babak final cabang Mobile Legends di SEA Games 2019.

Meski Malaysia masih memiliki kesempatan ke final melalui lower bracket, namun mereka kembali menyerah di tangan Sibol, wakil Filipina.

Sebelumnya, para pemain Filipina harus berjuang ekstra ke babak final melalui lower bracket. Arcangel dan kawan-kawan harus mengalahkan Vietnam dan Malaysia sebelum mampu mengamankan kursi di babak grand final.

Alhasil, pertandingan final Mobile Legends di SEA Games 2019 pun sesuai dengan prediksi banyak pihak, yaitu Indonesia melawan Filipina. Selain karena roster Filipina yang berkualitas, ekosistem Mobile Legends yang maju, faktor tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri.

Perlu diketahui bahwa Indonesia memang unggul terhadap Filipina pada babak grup B. Filipina hanya mampu mengemas satu kemenangan saja melawan Laos, kalah melawan Thailand dan berakhir seri melawan Indonesia.

Pertarungan penuh tensi dan ambisi dimulai dengan permainan yang sangat sengit oleh kedua tim. Bahkan, hingga menit ke-10 perolehan gold dan kill berakhir imbang. Hingga puncaknya Chou milik Villa dari Filipina melakukan split push ke base melalui top lane dan menyudahi perlawanan Indonesia, 1-0 untuk Filipina.

Pertandingan final berjalan lebih seru setelah Indonesia mampu menyamakan kedudukan, 1-1. Permainan Granger memukau dari Gustian serta rotasi Esmeralda milik Ridwan memainkan peran yang penting dalam kemenangan kontingen Indonesia di pertandingan kedua.

Pada pertandingan ketiga, Indonesia membawa draft pick yang mampu menahan agresivitas Filipina dengan kombinasi Terizla, Akai dan Grock. Kombinasi ini pun sukses memberikan posisi aman bagi Granger dan Harith di lini belakang. Godlike Granger milik Gustian di akhir pertandingan sekaligus memastikan kemenangan kedua untuk Indonesia.

Namun mimpi buruk Indonesia terjadi di pertandingan keempat dan kelima. Filipina mampu memanfaatkan kekalahan perangnya dengan menghancurkan sisi tower dan terus melakukan split-push. Hal ini merupakan strategi serupa yang membuat Indonesia kalah di pertandingan pertama. Villa kembali menjadi inisiator dengan Chou-nya ditambah permainan indah Esmeralda dari Nepomuceno.
Pertandingan kelima sekaligus penentu merupakan momen penting bagi kedua tim. Kesalahan sekecil apapun akan membuat dampak yang besar di akhir pertandingan.

Indonesia cukup kewalahan dalam melakukan pick-off terhadap lawan. Support dari Filipina terus menggagalkan inisiasi lawan dan mengamankan tower demi tower. Hingga puncaknya, wipe-out Indonesia di menit ke-15 dari kekalahan war di bottom lane membuat Filipina mengamankan skor 3-2 sekaligus menyumbang medali emas untuk sang tuan rumah.

Analis Tim Mobile Legends Indonesia, Mochamad Ryan “KB” Batistuta memberikan pujian sekaligus perhatian penuh kepada Nepomuceno. “Buat tim Indonesia di MSC mendatang, siapapun kalian nantinya, hati-hati dengan KarlTzy dari SGD Omega tim Filipina,” pungkas KB.

Roster Sibol dari Filipina diisi oleh jajaran pemain dari tim SGD Omega. Tim tersebut menempati posisi ketiga pada gelaran MPL PH S4. Meski tidak tampil di M1, para roster SGD Omega mampu bermain gemilang dan menunjukkan kerjasama tim terbaik dengan standar yang tinggi. Pemain dengan nama lengkap Karl Gabriel "KarlTzy" Nepomuceno merupakan ujung tombak SGD Omega dengan spesialisasi hero Mage. Handal dalam positioning serta lihai ketika menggunakan Esmeralda, Lunox hingga Harith. Gaya permainannya pun cukup menyulitkan lawan, terbukti dari kemenangan melawan Vietnam, Malaysia, dan Indonesia di partai final.

Kemenangan Filipina dengan skor 3-2 pun menutup perjalanan Indonesia di SEA Games 2019 dengan medali perak, diikuti oleh Malaysia dengan medali perunggu. Hasil ini tentu di luar target IESPA, namun sambutan sekaligus dukungan layak diberikan oleh para atlet esports Indonesia yang sudah berjuang keras mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.