Penuhi Ekspektasi, Indonesia Puncaki Grup B dengan Hasil Memuaskan

6 Desember 2019
post image

SEA Games 2019 yang berlangsung di Manila, Filipina merupakan gelaran perdana untuk cabang esports resmi yang memperebutkan medali. Jadwal esports di SEA Games 2019 berlangsung dari tanggal 5-10 Desember 2019 di Filoil Flying V Centre, San Juan Metro di mana Mobile Legends: Bang Bang menjadi salah satu game yang dipertandingkan. 

Pertandingan di SEA Games 2019 sendiri menarik jutaan pasang mata, selain karena mewakili negara namun ajang ini menjadi pembuktian ulang dari hasil di panggung M1 World Championship 2019 (11-17 November) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. 

Torehan Indonesia sendiri terbilang memuaskan dengan menghadirkan All-Indonesia Final antara EVOS Legends melawan RRQ. Lantas, Indonesia dituntut kembali membuktikan kualitasnya baik sebagai tim maupun bermain di bawah satu bendera, yaitu Merah Putih.

Dari roster Mobile Legends sendiri, Indonesia mengirim roster campuran antara ONIC Esports dan EVOS Esports, seperti Yurino “Donkey” Putra, Eko “Oura” Julianto, Muhammad “Wann” Ridwan, Gustian “Rekt”, Adrian “Drian” Larsen, dan Teguh “Psychoo” Imam Firdaus.

Meski tanpa kehadiran pemain krusial EVOS, Ihsan “Luminaire” Besari Kusadana, Indonesia tetap menunjukkan permainan yang memuaskan. Indonesia sendiri bertanding di grup B, berikut pembagian babak grup Mobile Legends SEA Games 2019:

Grup A

Grup B

Myanmar

Filipina

Vietnam

Indonesia

Singapura

Laos

Malaysia

Thailand

Kamboja

-

Indonesia memulai perebutan poin di babak grup dengan menjamu lawan yang berat, yaitu Filipina. Sang tuan rumah SEA Games 2019 memang diprediksi menjadi lawan yang sulit di cabang Mobile Legends: Bang Bang.

Sibol, nama tim esports Filipina memiliki komposisi yang kuat dari roster ONIC PH dan Sunsparks (Bren Esports) yang sempat bermain di M1 World Championship. Kedua tim merupakan sang juara serta runner-up di gelaran MPL PH S4.

Kontingen Indonesia sendiri tidak menarik satu pun roster RRQ sebagai runner-up, namun lebih memilih punggawa ONIC, seperti kehadiran Psychoo dan Drian. Hasil ini pun melalui proses seleksi yang sangat panjang guna meraih hasil memuaskan di gelaran SEA Games 2019.
Mampukah Indonesia tampil layaknya pertandingan di M1 World? Akankah komposisi yang berbeda membuat permainan Indonesia menurun?

Indonesia sendiri memiliki antisipasi lebih kepada tim Filipina berkat statusnya sebagai tuan rumah. Dan benar saja, prediksi Filipina sebagai lawan yang sulit ditunjukkan lewat hasil seri 1-1.

Indonesia sukses mengemas kemenangan pertama dengan permainan out-play dari pengambilan signature hero, seperti Gustian dengan Claude dan Ridwan yang menggunakan Chang’e.

Namun pertandingan kedua berlangsung sangat sengit yang berakhir dengan kemenangan Filipina. Meski beberapa signature hero seperti Grock, Kimmy dan Harith diambil oleh tim Indonesia, namun permainan Esmeralda dari Nepomuceno menjadi momok menakutkan.
Puncaknya, push base dan wipe-out di menit ke-21 menutup kemenangan untuk Filipina.

Dengan hasil ini juga Indonesia dan Filipina harus puas berbagi 1 poin di torehan babak grup. Perjuangan Indonesia terus berlanjut dengan menjamu kontingen Thailand dengan komposisi para pemain IDNS, sang juara MSC 2017.

Para pemain Thailand siap membuktikan permainan terbaiknya setelah gagal tampil di panggung M1 World Championship. Pertandingan pertama dibuka dengan pick mengejutkan dari Gustian yang menggunakan Ling. 

Indonesia mengawali pertandingan dengan sangat baik lewat pick-off Tower di menit ke-2. Bahkan, Gustian dan kawan-kawan mampu mengemas 9 kill di menit ke-4. Hasil dominan terus ditunjukkan hingga Indonesia menang cepat di menit ke-9 sekaligus mengemas kemenangan pertama.

Thailand tidak ingin mengulangi kesalahan di game kedua dengan inisiasi pick Marsha lewat strategi split-push yang efektif ditambah kombinasi serangan jarak jauh. Chang’e, Kimmy hingga Selena membuat Indonesia harus berusaha keras dalam menjaga jarak serang.

Granger dan Harith sendiri menjadi dua target serang oleh kontingen Thailand di pertandingan kedua. Indonesia tertinggal dari segi perolehan gold dan kill pada awal game sampai Gustian dan kawan-kawan kembali membuktikan kualitasnya sebagai juara dunia.

Comeback indah berhasil terwujud sekaligus ditutup oleh kontingen Indonesia lewat agresi Lord dan kemenangan war pada menit ke-31. Pertandingan panjang penuh tensi sukses diamankan Indonesia dan menjadi 3 poin perdana, 2-0 untuk kemenangan Indonesia.

Pertandingan terakhir sekaligus penutup untuk Indonesia akan berhadapan dengan Laos. Roster Candy Comeback yang bermain di M1 World Championship sendiri merupakan nama yang kurang difavoritkan.

Berkaca pada hasil di M1 lalu, Candy Comeback tidak mampu mengemas satu kemenangan pun di grup B. Prediksi atas kemenangan mudah Indonesia melawan wakil Laos pun terwujud dengan skor 2-0 tanpa balas. 

Pertandingan pertama ditutup dengan kemenangan cepat Indonesia di menit ke-10 lewat agresi base dan wipe-out. Gustian yang menggunakan signature hero, Claude tampil dengan sangat baik ditambah inisiasi sempurna Minotaur milik Yurino Putra, skor 1-0 untuk Indonesia. 

Menargetkan poin penuh guna memastikan posisi puncak grup B, Indonesia bermain sangat lepas tanpa menggunakan hero Tank. Mengemas 11 kill di menit ke-3 untuk membawa efek snowball hingga akhir pertandingan yang dominan. 

Perjuangan Laos dalam menjaga base harus berakhir di menit ke-18 ketika kalah dalam clash krusial. Kemenangan ini sekaligus memastikan posisi pertama untuk Indonesia di babak grup B. Berikut hasil klasemen di hari pertama pada SEA Games Mobile Legends 2019:

Grup A

Poin

Grup B

Poin

Malaysia

8

Indonesia

7

Vietnam

6

Filipina

5

Singapura

6

Thailand

4

Myanmar

5

Laos

0

Kamboja

0

-

-

Ekspektasi Indonesia sebagai juara dunia Mobile Legends pun terjawab sudah dengan posisi pertama di grup B serta tiket ke babak Playoffs. Dan sesuai prediksi, Filipina menjadi tim unggulan yang lolos setelah mendapatkan 5 poin dari kekalahan melawan Thailand, seri melawan Indonesia dan menang melawan Laos. 

Di babak Playoffs, Indonesia akan melawan Malaysia, rivalitas olahraga yang sudah terbangun oleh kedua tim kini akan hadir di panggung SEA Games Mobile Legends di Manila, Filipina. Sedangkan sang tuan rumah, Filipina akan menjamu Singapura atau Vietnam yang memiliki poin sama dan harus bermain terlebih dahulu di tie-breaker guna menentukan posisi Playoffs.

Mampukah Indonesia kembali menunjukkan taringnya sebagai juara Mobile Legends dunia di gelaran SEA Games? Akankah Filipina menebus kekecewaan di babak grup dengan medali emas? Atau, giliran Malaysia yang sukses menuntaskan misi balas dendam pasca kegagalan juara M1 di Kuala Lumpur?