Menimbang Kekuatan Tim MPL ID Season 4 di Playoffs

22 Oktober 2019
post image

Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 4 telah menyelesaikan rentetan pertandingan sengit penuh tensi dan ambisi di babak Regular Season. Kejutan dan beragam kisah menarik muncul selama 8 Minggu babak tersebut berjalan. 2 tim harus tersingkir, yaitu Geek Fam dan, roster runner-up MPL ID Season 3, Genflix Aerowolf setelah performa mengecewakan dan terpaksa menempati dasar klasemen.

 

Sebanyak 6 tim terbaik akan memeriahkan panggung utama MPL ID Season 4 yang memperebutkan total hadiah lebih dari $300,000 dan siap diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan pada 26-27 Oktober 2019 mendatang.

 

Kisah para tim yang lolos ke MPL ID Season 4 juga tidak ada bosannya untuk dibahas, mengingat banyak strategi berbeda yang disuguhkan oleh setiap tim. Berhubung memang pertempuran diisi oleh para pemain terbaik, peta pertarungan sengit dan perubahan klasemen yang dinamis semakin menunjukkan kegigihan setiap tim untuk memuncaki klasemen MPL ID Season 4.

 

EVOS Esports sukses mengamankan puncak klasemen dengan torehan 23 kemenangan dan 9 kekalahan. Penampilan armada Harimau Putih memang patut diacungi jempol meski menyusun roster yang terbilang baru. Kans juara juga diikuti sang rival, Rex Regum Qeon, yang menempati peringkat dua klasemen akhir dan sama-sama mendapatkan keuntungan memulai dari Upper Bracket di Grand Finals MPL ID Season 4.

 

Namun demikian, ada sejumlah nama lain yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebut saja Alter Ego yang mengguncang MPL Arena setelah menggulingkan para pemuncak klasemen. Aura dan Bigetron juga sama-sama memiliki kans juara di panggung MPL ID S4 dengan roster yang menarik. Siapa tahu, ONIC juga akan kembali ke bentuknya yang prima seperti saat S3 dan MSC 2019. Semua kemungkinan bisa saja terjadi terlepas dari urutan klasemen Regular Season karena di babak Grand Finals semua tim dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

 

 

Shoutcaster MPL ID Season 4, Gideon “ANONIM” Arief, turut memberikan sedikit pendapat mengenai kans juara dan kemampuan masing-masing tim MPL ID S4 yang lolos ke babak Playoff.

 

“Untuk front runner di babak Playoff masih dipimpin oleh RRQ dan EVOS yang kemungkinan besar akan memiliki hasil yang berbeda dibandingkan babak Regular Season bila dipertemukan kembali.Kalau ONIC Esports sebenarnya mulai pelan-eplan mendapatkan kepercayaan diri dari cara bermain mereka yang lama. Cuman kali ini kemungkinannya bisa hit and miss. Kalau mereka bisa mendapatkan momentum dari cara mereka main seperti dulu, bisa menjadi tim yang sangat menakutkan untuk dilawan,” tutup ANONIM.

 

Berkaca dari tangga klasemen, wajar bila EVOS Esports dan RRQ yang difavoritkan menjuarai MPL ID Season 4. Hasil ini juga didukung data statistik yang mencolok, seperti; RRQ menjadi tim paling rajin dalam urusan membunuh Turtle (1,5 per Game), diikuti EVOS di peringkat ketiga (1.3 per Game). Kedua tim yang setia mengikuti MPL ID sejak Season 1 itu juga sama-sama menghasilkan perbedaan gold tertinggi terhadap para lawannya, yaitu RRQ di angka 4273 gold dan EVOS dengan jumlah 4264 gold.

 

 

Berbeda nasib dengan tim favorit juara lainnya, ONIC justru kehilangan gengsinya sebagai tim Mobile Legends terbaik di Asia Tenggara setelah menempati klasemen ke-5 di bawah Aura dan Alter Ego. Namun tim-tim di babak Playoff tetap harus waspada berhadapan dengan Antimage dkk. yang memiliki beberapa data menarik selama gelaran Regular Season berlangsung.

 

Tercatat, ONIC menjadi tim yang paling sedikit dari segi Death sebesar 376, bahkan EVOS dan RRQ yang memiliki jajaran Tank dan Support bermutu tidak mampu menempati posisi kedua. Sang juara MPL ID Season 3 tersebut juga menempati posisi kedua dalam urusan Kill Turtle paling sering di setiap pertandingannya (1.4 per Game).

 

“Untuk Bigetron keliatannya bakal sulit untuk melawan Alter Ego nanti. Tim Alter Ego juga lagi percaya diri dengan gaya permainannya. Sedangkan untuk Aura sendiri, kelihatannya akan sulit buat melangkah lebih jauh melihat performa mereka yang turun di akhir-akhir Regular Season dan pada akhirnya semua tergantung ONIC.

 

Kalau tim ONIC bisa mengambil momentum dari cara main mereka di pekan terakhir (melawan GFLX) sepertinya Aura Esports harus berjuang ekstra,” tambah ANONIM melihat kans tim-tim di babak Playoff. Bigetron juga menjadi sorotan mengingat statusnya sebagai tim “kuda hitam” yang kerap melakukan berbagai kejutan seperti menaklukkan ONIC. Namun data statistik menggambarkan ringkihnya alur strategi yang diusung Branz dkk.

 

Bahkan, Bigetron menjadi tim yang “paling malas” dalam mengambil Turtle di antara tim-tim lainnya. Tim ini juga sangat tidak produktif dari segi Kill dan Assist selama gelaran Regular Season berlangsung.

 

Sedangkan Aura Esports memang harus berhati-hati menghadapi Alter Ego di babak Playoff. Aura juga tercatat menjadi tim yang paling sedikit mendapatkan gold di 5 menit awal pertandingan (12.087 gold). Berbanding terbalik dengan Alter Ego yang agresif di awal pertandingan dan tercatat sebagai tim yang paling sering membunuh Turtle (sebanyak 33 kali).

 

Tidak hanya itu, duet maut Celiboy dan Maungzy juga menjadi pilar penting di balik Kill produktif yang dimiliki tim Alter Ego. Duet yang “haus darah” ini patut diwaspadai oleh Phoenix dan kawan-kawan pada babak Playoff mendatang.

 

“Bagi tim yang benar-benar mengandalkan Marksman di draft pick mereka seperti EVOS (Rekt) atau Aura (Alive) perlu was-was di babak Playoff. Hero pool Marksman sekarang sudah sedikit, juga Granger baru mendapatkan nerf. Jadi perlu alternatif lain untuk bermain dengan draft yang tidak hanya mengandalkan Marksman,” tutup Gideon di sesi wawancara.

 

Memang EVOS dan Aura mengandalkan posisi Marksman sebagai ujung tombak permainan. Rekt yang mengemas KDA tertinggi (6.9) di EVOS tidak banyak bereksperimen dalam hero pool-nya, yang berkutat pada Granger, Kimmy, dan Claude. Hal tersebut mirip dengan capaian Alive yang memuncaki perolehan KDA tertinggi (6.3) di Aura dan hanya menggunakan beberapa hero Marksman yang dirasa stabil dari segi teamfight.

 

Yang jelas, setiap tim memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kinerja dan upaya menghadapi panasnya panggung utama Grand Finals MPL ID Season 4 tentu hadir bukan tanpa persiapan. Bisa saja wajah yang sangat berbeda ditunjukkan oleh setiap tim di babak Playoff mendatang.

 

Akankah prediksi juara dimentahkan oleh aksi menawan tim-tim papan tengah di Grand Finals MPL ID Season 4? Mampukah ONIC Esports mengembalikan nama baiknya dan mempertahankan gelar sebagai sang juara bertahan? Atau, kini waktunya EVOS menghancurkan kutukan runner-up yang dialami di 2 musim MPL Indonesia sebelumnya?

 

Jangan lupa, saksikan langsung gelaran Grand Finals MPL ID Season 4 di Tennis Indoor Senayan pada tanggal 26-27 Oktober 2019 karena acara ini gratis! Dapatkan pula hadiah berupa diamonds selama acara untuk penonton yang beruntung.