Perjalanan Panjang EVOS Esports Mendominasi Klasemen MPL ID S4

19 Oktober 2019
post image

Melihat perjalanannya dari musim pertama, EVOS Esports memang memulai debutnya dengan manis namun bukan tanpa sekian banyak halangan yang merintangi. Banyak rintangan dan ketidakberuntungan harus mereka lewati sebelum akhirnya bertengger pada puncak klasemen akhir Regular Season MPL ID S4.

 

EVOS terbukti sukses dalam membenahi berbagai masalah yang menghantui mereka hingga akhirnya akan melaju ke panggung utama Grand Finals MPL ID Season 4 bersama 5 tim Mobile Legends Indonesia terbaik lainnya dalam memperebutkan total hadiah lebih dari $300,000 dan bertempat di Tennis Indoor Senayan pada 26-27 Oktober 2019 yang dipersembahkan oleh Xiaomi Blackshark dan disponsori oleh DANA. 

 

Sebelum mengulik perjalanan manis mereka di Season 4, EVOS memiliki kenangan pahit di MPL ID Season 1-3. Di Season 3 Regular Season, sejarah mencatat kisah kelam EVOS yang hanya mampu bertengger di posisi 6, di bawah ONIC Esports, Aerowolf Roxy, SFI Critical, Louvre dan PSG.RRQ. Pasalnya, tim yang dulu diperkuat Justin “JessNoLimit” ini bahkan tidak mampu mengamankan 5 besar. Bukan hanya itu, dari 11 pertandingan yang dijalani, armada harimau putih hanya mampu memenangkan 5 pertandingan, yang berarti di bawah 50% Winrate secara keseluruhan.

 

Perjalanan pahit EVOS Esports tidak berhenti sampai di situ saja. Mimpi buruk kembali dialami pada babak Grand Finals MPL ID S3 setelah kekalahan cepat melawan Alter Ego. Pulang awal di hari pertama Grand Final menjadi gunjingan besar bagi para pecinta Mobile Legends tanah air; tim esports besar sekelas EVOS dengan deretan roster bermutu, manajemen tim yang baik, serta sejarah panjang di Mobile Legends harus angkat koper pertama. Kekalahan yang diterima pun sangat telak, yaitu 2-0 di lower bracket dan memang tidak disangka oleh khalayak umum.

 

Lalu bagaimana EVOS kembali gemilang di Season 4? Untuk mengulik lebih dalam mengenai keputusan EVOS hingga performa manis di Season 4, Ade Setiawan Pamungkas, selaku Data Analyst Mobile Legends dari EVOS Esports turut memberikan sedikit jawaban.

 

 

Memulai topik hangat, pemain yang jadi pilar penting tim jadi pembahasan pertama. EVOS sendiri memiliki roster yang jauh berbeda dibanding Season 1, seperti absennya JessNoLimit, masuknya Rekt, ataupun nama baru macam Luminaire.

 

“Tujuan reshuffle roster sebenarnya keputusan manajemen sepenuhnya, yang pasti target kita itu tetap prestasi dan memenangkan MPL ID Season 4 jadi prioritas. Ditambah, di MPL ID Season 4 ini, minimal pemain dalam satu tim itu ada 6 dan maksimal 10 orang.

 

Jadi kita harus merombak habis roster EVOS Mobile Legends yang sebelumnya untuk mencari chemistry yang tepat. Nah, untuk yang tidak ada di roster (Mobile Legends) saat ini memang hasil dari kesepakatan bersama. Ada yang memang memilih rehat dari ranah profesional dan ada yang ingin melanjutkan kuliah.”

 

Beberapa pilar penting memang memutuskan hengkang sejak MPL ID Season 3, seperti JessNoLimit yang memilih untuk rehat dan fokus pada konten YouTube-nya. Di sisi lain, mantan pelatih EVOS yaitu Gemik yang menjabat di MPL ID S3 juga mengundurkan diri dari posisi hangatnya.

 

“Saat di MPL ID S3 persoalan yang paling keliatan mungkin karena persiapan yang jauh dari kata matang. Masih terus membuat kesalahan-kesalahan kecil yang perlu dibenahi dari internal tim.

 

Pada saat itu kita melakukan evaluasi lagi, dilihat dan dilakukan review secara mendalam dari segi performa dan mentalitas para pemain. Jadi ke depannya kita bisa lebih sigap untuk menangani hal serupa bila kembali terjadi,” pungkas Ade yang sempat menjadi Top Global Gusion.

 

 

Bisa dibilang MPL ID S4 merupakan gambaran dan roster segar dari EVOS Esports sejak menjajaki ranah Mobile Legends. Meskipun Rekt dan Donkey sempat memperkuat tim EVOS di awal pembentukannya.

 

Namun nama-nama baru seperti Muhammad “Luminaire” Ichsan, Muhammad “Wann” Ridwan menjadi pembeda di sisi keseimbangan tim. Tidak lupa sosok pelatih EVOS, yaitu Bjorn “Zeys” Ong yang memberikan strategi berbeda.

 

Meskipun demikian, untuk urusan pembahasan strategi, Ade justru mengaku tidak ada kiat atau formula khusus di balik performa memukau EVOS Esports. Dari segi statistik, meskipun EVOS memuncaki klasemen namun tim ini justru gagal menempati posisi teratas dalam total Kill maupun Assist selama 8 pekan gelaran Regular Season.

 

Tetapi dari segi data lain, EVOS menunjukkan efektivitas dari sisi GPM yang mencolok. Tercatat, EVOS merupakan tim terbaik kedua dengan selisih satu angka dengan RRQ di 641 GPM (Gold per Minute). Secara garis besar, EVOS lebih mengutamakan objektif seperti Tower dan Turtle dibandingkan pertarungan tanpa henti.

 

EVOS juga mengantongi statistik sebagai tim paling rajin kedua dalam urusan membunuh Turtle. Memang torehan early game yang solid akan memberikan efek snowball hingga akhir pertandingan. Berkaca dengan pertanyaan serupa, ketika disinggung soal strategi alternatif untuk babak Grand Finals, Ade mengatakan, “Tunggu saja jawabannya di babak Playoff, pasti ada kejutan dari EVOS Esports.”

 

Jawaban ini seakan menyalakan sinyal perang kepada tim-tim lawan bahwa EVOS yang mengantongi win rate 72% selama MPL ID Regular Season 4 berlangsung masih memiliki taktik rahasia yang belum ditunjukkan.

 

Namun meski menempati posisi favorit, EVOS tidak sekalipun merasa di atas angin. “Namanya sebuah tim pasti ada titik lemahnya juga, termasuk EVOS yang sudah berbenah diri dengan Bjorn (pelatih EVOS) yang sudah mengarahkan pemain.

 

Peran pentingnya ya dari para pemain itu sendiri, harus komitmen untuk menang dan punya chemistry yang kuat. Saya rasa itu yang membuat tim EVOS Mobile Legends seakan-akan tidak punya titik lemah dan bisa berkembang dengan sangat pesat,” tutup Ade.

 

EVOS Esports sendiri melaju ke babak Play Off/Grand Finals MPL ID S4 dengan keuntungan satu kemenangan berkat posisi pertama klasemen. Namun perlu diwaspadai para tim yang sempat mematahkan perlawanan EVOS di pertandingan sebelumnya.

 

 

Tercatat, ada beberapa tim yang sempat membungkam EVOS. Aura Esports mampu menjinakkan EVOS di pekan ketiga. Dan, sang “pawang harimau”, Alter Ego, menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan EVOS dua kali di pekan kedua dan keenam.

 

Beruntung, EVOS tidak akan bertemu Alter Ego lebih awal mengingat bracket Playoff yang menunggu pemenang antara Aura atau ONIC. Di sisi lain, Alter Ego akan berhadapan dengan Bigetron dan sang pemenang akan menjamu sang juara MPL ID Season 2, yaitu RRQ.

 

Mampukah EVOS mengubur kutukan runner-up selama kiprahnya di gelaran MPL Indonesia? Akankah analisa dan strategi tim lain justru lebih manjur dalam mematahkan prediksi banyak orang? Atau, giliran tim underdog yang siap mengambil perhatian di panggung utama Grand Finals MPL ID Season 4?

 

Jangan lupa, saksikan langsung Grand Finals MPL ID Season 4 di Tennis Indoor Senayan pada tanggal 26-27 Oktober 2019 karena acara ini gratis! Dapatkan pula hadiah berupa diamonds selama acara untuk penonton yang beruntung.