Drian: Susugajah Enggak Kuat-kuat Banget, Dia Cuma Dapat Advantage

8 Februari 2020
post image

Satu kejutan hadir di MPL Season 5, tepatnya dari Onic Esports dimana Drian yang sebelumnya terkenal sebagai support, bermain sebagai marksman ketika melawan Aura Esports!

Kejutan ini tak pelak sempat membuat orang bingung dan mempertanyakan strategi tersebut ketika game pertama baru mulai. Namun ternyata Drian mampu membuktikan kapasitasnya dengan terbukti membawa Onic Esports menang 2-1 dan menjadi MVP!

Dibalik kisahnya menjadi marksman, Drian yang penulis wawancarai selepas pertandingan mengungkapkan bahwa sebelum menjadi support, dirinya sudah terbiasa bermain sebagai core.

Namun untuk persiapan, dia mengatakan latihan sebagai core sudah dilakukan selepas MPL season 4 hingga menjelang season 5, atau lebih kurang 2-3 bulan.

Bagi Drian, belajar hero bukanlah hal yang sulit. Justru tantangan ketika berubah role di dalam suatu tim adalah penyesuaian untuk klop dengan rekan satu tim dan rotasi di dalam game.

“Kalau menurut aku, belajar hero-hero doing itu gampang. Tapi yang perlu dipelajari lebih itu kecocokan sama timnya, kayak rotasinya.” Kata pria pemilik nama lengkap Adriand Larsen Wong.

Selain itu, Drian juga mengakui dirinya banyak belajar dari para player marksman lainnya, bukan hanya satu yang dijadikan panutan, dan mengombinasikan gameplay-gameplay dari banyak pemain.

“Kalau panutan sih enggak ada. Tapi gameplay orang-orang tuh ku lihatin, lalu ku gabungin jadi satu.” Kata Drian buka-bukaan mengenai ada tidaknya panutan yang dijadikan sosok.

Kuatnya Drian menggunakan marksman, dan juga marksman lain secara keseluruhan di dalam game, ternyata memang ada pengaruh dari patch saat ini yang membagi buff menjadi biru dan merah. Buff merah benar-benar mengangkat kemampuan marksman di early game.

“Buff merah bikin marksman sekarang lebih kuat banget di early game.Yang seharusnya marksman itu hero late game, tapi sekarang lebih kuat di early game karena buff merah itu.” Ungkap pria yang juga menjadi pemain timnas Indonesia di Sea Games 2019 silam.

Menanggapi permainan Susugajah bersama Aura Esports, yang juga menjadi marksman pada malam tadi, Drian mengungkapkan bahwa Susugajah hanya mendapat keuntungan di early game.

Susugajah? Aku enggak ngerasa kuat-kuat banget. Dia cuma dapet advantage, aku ditekan Harith dan dia dapet kill di early game. jawab Drian di akhir wawancara.

Suatu pernyataan yang cukup berani, namun objektif karena melihat dua game pertama antara Onic Esports melawan Aura, Harith dari Clover memang mampu menekan Drian dengan Wanwan-nya di lane.

Sementara Susugajah dengan Granger yang selalu ditemani Phoenix (Baxia) mampu unggul di midlane dan rotasi farming ke hutan untuk mendapat keunggulan gold dan level di early game.

Untuk tim-tim lain, Drian tidak menargetkan satu lawan spesifik untuk dihabisi. Namun dia memberi pernyataan yang cukup misterius dan mengundang banyak makna.

“Tunggu saja entar.” Kata Drian mengenai pernyataan untuk calon-calon lawannya.

Akankah Drian mampu konsisten dengan ‘role baru’ yang dia tempati sekarang? Semakin menarik saja MPL Season 5 ini untuk diikuti!

 

Artikel ini dilansir dari: ggwp.id